Rabu, 21 Desember 2016

Desa Tua Sembiran Buleleng – Informasi Piknik


Membahas desa-desa kuno di Pulau Bali memang sangat seru ya kawan, yang dimaksut kuno dalam artikel ini adalah tradisi maupun seni budaya dan kehidupan sehari-hari yang tergolong masih menjalankan tata cara nenek moyang mereka. Di kabupaten Buleleng ada desa Kunoyang bernama Desa Tua Sembiran.

Desa ini berumur ratusan tahun, selain itu juga memiliki banyak peninggalan bersejarah yang diklaim berusia 2.000 tahun sebelum masehi. Benda peninggalan bersejarah tersebut sudah ada pada jaman Poletithicium dan Megalitikum yang berjumlah sekitar 40 yang mana terbuat dari batu maupun besi. Semua benda tersebut ditemukan di kawasan Desa Tua Sembiran dan tak ada yang dari kawasan lain.

Benda bersejarah itu kemudian dikelompokkan menjadi jenis perabotan berbentuk pipih dari besi, kapak tangan dari batu ( protohan-axses ), setrika terbuat dari besi, alat pemotong persegi dari batu ( Side Chopper ), palu yang terbuat dari batu ( Hammeratones ), dan serpihan atau alat batu kecil dari batu untuk mengiris ( Flakes ).

Penemuan lainnya juga terdapat 20 prasasti perunggu yang mana menceritakan sejarah tentang Desa Tua Sembiran ini hlo Guys. Ke-20 prasasti tersebut digolongan menjadi 6 bagian, diantaranya adalah :
  • ·         Prasasti Jaman Ratu Ugrasena (24 januari 923 M)
  • ·         Prasasti Jaman Tabranida-Warmadewa (19 Desember 951 M)
  • ·         Prasasti jaman Raja Jhanasadhu-Warmadewa (6 April 975 M)
  • ·         Prasasti jaman Sang Ratu Dari Ajua-Dewi (11 September 1016 M)
  • ·         Prasasti jaman Raja Anak Wungsu (10 Agustus 1065 M)
  • ·         Prasasti jaman Raja Jaya pangus (22 Juli 1181 M)


Dari alasan tersebutlah beraneka benda peninggalan yang sudah disebut diatas kini dijaga dan dilestarikan, dan kemudian dibangun kembali sebuah rumah tua yang sesuai dengan bentuk aslinya. Tak khayal rumah tua di Desa Tua Sembiran ni memiliki desain yang unik dan menarik serta tak ketinggalan pula dengan seni maupun adat-istiadatnya.

Ternyata ditemukan pula 17 pura sebagai tempat ibadah yang kesemuanya berbahan dasar batu besar dan diperkirakan sudah ada sejak jaman batu ( jaman megalithicum ). Meskipun begitu bentuknya berbeda dengan candi di Jawa ataupun bangunan sakral di India. Oleh sebab itulah Desa Sembiran disebut-sebut sebagai desa tua peninggalan jaman Megalitikum.

Beberapa potensi seni tradisional peninggalan nenek moyang hingga saat ini masih dipertahankan keberadaannya oleh penduduk Desa Tua Sembiran, seperti beberapa tarian sakral yang dipentaskan pada saat upacara-upacara tertentu.

Jika pembaca ingin berwisata ke  obyek wisata Desa Tua Sembiran, maka anda harus menuju ke :

Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini juga masih ada tempat wisata di Kabupaten Buleleng yang tak kalah seru dan menariknya hlo Guys. Yuk baca selengkapnya !!!

Pura Ponjok Batu Buleleng

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Desa Tua Sembiran Buleleng – Informasi Piknik

  • Pantai Pengerogoan di Kabupaten Jembrana Mungkin dari sebagian besar pembaca nama dari Pantai Pengerogoan di Pulau Bali ini masih terdengar sangat asing. Memang jika di bandingkan dengan Pantai Kuta, Panta ...
  • Bunut Bolong – Pohon Besar Di Tengah Jalan Keadaan alam Bali menawarkan banyak keunikan yang mampu menarik minat wisatawa untuk mengunjunginya. Sudakah anda mengetahui tempat wisata Bunut Bolong ? Sebut ...
  • Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jika anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata yang sangat di sayangkan jika tak ...
  • Pantai & Pura Rambut Siwi Jembrana Bali memiliki bayak sekali wisata pantai yang menawan dan patut unuk anda kunjungi, salah satunya wisata pantai yang berada di Kabupaten Jembrana yakni Pantai Rambut ...
  • Tari Gebug Ende Buleleng Yuk Guys wisata unik-unik di Pulau Bali, yah tentunya pengalaman berliburmu akan terkenang dan berkesan ekspetakuler dong. Cuss langsung saja arahkan kendaraannmu ke ...

0 komentar:

Posting Komentar